Gina – Di Gurun Gobi  

Posted by Cesario Tarigan in ,



Serial Gina – di Gurun Gobi terbit pada tahun 1974, terdiri dari 10 jilid. Istana Gobi mempunyai gadis remaja bernama Teratai Merah yang sangat cantik jelita dan terkenal dimana mana. Banyak raja raja dari jauh datang untuk melamar sang puteri. Akhirnya karena susah untuk memutuskan pilihan, maka raja menggelar sayembara untuk mengadu ilmu kekuatan dan kesaktuan.

Gina mendapat wangsit dari seorang kakek untuk ikut dalam sayembara untuk melihat hal hal hebat dan menarik. Pergilah Gina ke sana, sampai di Tiongkok dia membeli baju pria dan menyamar menjadi pria. Nama samarannya Wan Chiu.

Selama perjalanan, Gina melihat kemampuan meloncat dan kelincahan para pesilat Tiongkok yang disebut Ginkang. Kemudian sampailah dia di wilayah kerajaan Gobi, lalu pergi ke penginapan Bunga untuk memesan kamar. Tetapi mendapat sedikit masalah dari dua naga dari Huang Ho. Keributan ini terhenti karena datangnya Lee bersaudara, putera Lee Ceng San si Raja Pedang.

Setelah berkenalan dengan Lee bersaudara yaitu Kiam Lung dan Kong Bu, mereka memesan Mie (yang dirasa Gina seperti cacing). Lalu Gina bersitirahat dengan melepas segala penyamaran, tengah malam dia beraksi dengan kostum Gina. Ketika hendak keluar dari jendela ada seseorang yang memandang ke arah kamarnya. Orang tersebut pergi meninggalkan penginapan, ternyata dia memakai kerudung. Gina menukar kostumnya dengan pakaian penyamaran, lalu mengejar.

Sayang, Gina kehilangan jejak orang itu. Gina lalu memutuskan terbang langsung ke Istana. Sewaktu menyelidiki dari dekat, Gina merasa ada keanehan berunsur magis. Benar saja, sewaktu hendak memasuki Istana, ada perisai gaib yang menahan laju Gina. Merasa tidak dapat berbuat banyak, Gina kembali ke penginapan dan istirahat.

Keesokan paginya Gina bersama Lee bersaudara, setelah sarapan pergi ke istana Gobi dengan menyewa kuda. Di istana mereka disambut dengan ramah, ternyata masih dalam persiapan. Mereka tidak berlama lama, kemudian kembali ke penginapan. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan pangeran Ko Bi Lay dari kerajaan Monggolia. Kong Bu beradu sekitar enam jurus sebelum dihentikan guru Ko Bi Lay. Lalu mereka dijamu minuman anggur oleh Ko Bil Lay dan gurunya yang bernama Wu Chan.

Sore harinya Gina dan Lee bersaudara kembali ke penginapan. Di tengah jalan, muka Lee bersaudara kesakitan, muka mereka membiru, ternyata mereka diracun. Gina yang tidak mempan diracun, segera mengikat kuda2 Lee bersaudara dan memacu dengan kecepatan tinggi. Di penginapan, tabib yang sedang mengobati tampaknya menyerah, mendengar nama Wu Chan, tabib itu berteriak kaget karena ternyata Wu Chan adalah si Raja Racun. Gina yang sangat marah melaju hampir terbang ke tempat orang Monggol itu, tetapi sudah tidak ada. Gina kembali ke penginapan dan menjumpai seorang tabib lain membantu mengobati. Julukanny adalah si Raja Obat. Raja Obat bukannya sengaja mengobati, tetapi dia disuruh seorang wanita untuk mengobati Lee bersaudara.
Keesokan hari Lee bersaudara telah segar kembali, mereka bersama Gina lalu menuju gurun Gobi. Dalam perjalanan mereka menemukan pedang yang ternyata adalah pedang Hoa San milik paman Chin Hay. Dia adalah paman Lee bersaudara yang berasal dari Hoa San. Kiam Lung ingin segera pulang tetapi Kong Bu tetap ingin mengikuti sayembara. Hal ini mengakibatkan mereka berselisih paham, Kong Bu yang marah lalu berlari menjauh. Kiam Lung dan Gina membiarkan hal itu, mereka lalu pulang ke penginapan. Di jalan mereka berjumpa dengan seorang kakek tua yang mempunyai julukan Dewa Putih. Kakek itu menyuruh mereka untuk mencari Kong Bu dan juga menyelidiki istana Gobi.

Di dekat Istana Gobi mereka dihadang 3 pria dengan senjata Kipas dan piauw (senjata rahasia) serta bom asap. Gina berhasil memenangkan pertarungan ini, tetapi mereka kabur dan satu yang tertangkap malah bunuh diri. Tetapi Kiam Lung diculik. Gina yang bingung, kembali ke penginapan. Di sana ternyata ada Kong Bu, lalu Gina menceritakan semuanya. Malam hari Gina dengan kostumnya terbang ke Istana untuk kembali melakukan penyelidikan. Namun ada siluman wanita yang cantik menghadangnya. Siluman itu bisa berubah menjadi naga. Ketika terdesak siluman itu lalu lenyap hilang, Gina merasa tidak perlu melanjutkan penyelidikan malam hari itu. Setibanya di penginapan dia melihat kembali wanita yang melakukan penyamaran. Gina mengejar dan mengetahui bahwa wanita itu tinggal di penginapan yang sama dengan Raja Obat. Gina mengurungkan niatnya menangkap wanita ini, karena Gina merasa bahwa wanita ini tentulah orang yang suka sekali sama Kong Bu. Namun karena Kong Bu malah ikut sayembara, dia jadi patah hati. Sedangkan Raja Obat keliatannya menaruh hati terhadap wanita ini. Maka Gina memilih kembali ke penginapan.

Hari ini adalah hari pertama pertandingan adu kesaktian dan kekuatan. Gina dan Kong Bu berjalan ke istana. Setelah pidato pembukaan, pertandingan di mulai, termasuk dua naga dari Huang Ho yang maju barengan tapi keok – hingga sore pertandingan dihentikan. Ketika Gina hendak merebahkan tubuhnya yang indah ke tempat tidur, tak sengaja terlihat bubuk2 halus di tempat tidur. Gina menangkap cicak dan cicak itu terbakar ketika menyentuh bubuk2 itu. Gina lalu membungkus dengan hati hati sprei itu. Tidak beberapa lama, ada seseorang yang mengintip. Gina lalu menghajar dan menangkap orang itu. Kong Bu yang keluar melihat perkelahian dipanggil Gina. Gina lupa kalau dia tidak memakai penyamaran, Kong Bu hanya ter-heran2 karena merasa tidak kenal. Ketika orang itu terkapar, ada banyak pisau terbang kearahnya. Beberapa dapat Gina hajar namun ada 2 yang menusuk leher orang itu.

Gina lalu menceritakan perihal dirinya ke Kong Bu, Gina merasa lebih nyaman karena Kong Bu sudah mengerti. Gina kembali melakukan penyelidikan malam itu ke istana. Perisai gaib tersebut kini dapat ditembus Gina, namun beberapa senjata rahasia dan asap beracun segera menyambut Gina. Gina bertemu dengan raja yang dapat mengeluarkan sinar dari tangannya dan mempunyai ilmu ginkang yang tinggi. Ketika raja terdesak masuk ke sebuah gedung… kembali wanita siluman (si tukang sihir sebutannya oleh Gina) muncul. Kali ini dia dibantu 4 orag yang bersenjatakan besi terbang berbentuk walet yang dapat memutar mutar bagaikan bumerang – digerakkan tenaga dalam. Wanita siluman dan teman temannya juga terdesak hebat. Wanita siluman itu lalu mengambil seseorang menjadi tawanan yang ternyata Kiam Lung. Gina tetap bersikukuh tidak mau menyerah. Melihat sikap Gina itu, Kiam Lung lalu disayat senjata walet, berapa lama kemudian Kiam Lung berteriak teriak kesakitan karena racun yang menjalar sekujur tubuhnya. Gina menjadi sangat marah, wanita itu membawa Kiam Lung bersembunyi dalam Gedung. Dengan amarah yang dahsyat, Gina menghancurkan gedung itu, tetapi tidak ada seorangpun yang nampak. Bersamaan dengan itu terdengar ledakan2 dan keluar banyak asap beracun yang membuat Gina terpaksa mundut dan kembali ke penginapan.

Hari berikutnya pertandingan dimulai oleh pangeran Ko Bi Lay yang tanpa susah payah memenangkan pertandingan pertama. Kong Bu maju sebagai penantang kedua menyebabkan Ko Bi Lay kaget karena menyangka sudah membuat Kong Bu mati. Sementara mereka beradu, Gina menyusup ke dalam gedung yang tadi malam dia hancurkan. Gina menemukan jalan rahasia di lantai dasar yang menuju ke ruangan penjara bawah tanah. Ternyata di sana banyak orang orang persilatan di sekap antara lain paman Lee bersaudara dan si 2 Naga. Setelah melumpuhkan para penjaga, Gina tidak langsung melepas para tawanan. Karena Gina hendak menyelidiki ke dalam istana dan tidak mau membuat keributan. Kembali ke pertandingan, kali ini Kong Bu benar benar membuat Ko Bi Lay kepayahan hingga akhirnya Kong Bu menendang Ko Bi Lay ke luar arena pertandingan.

Lawan berikutnya dapat melayani Kong Bu dengan baik, sehingga terbukalan mata Kong Bu bahwa lawannya ini adalah Cui Sian (mantan pacarnya) yang menyamar menjadi pria. Kong Bu yang sudah sadar, jadi malas melanjutkan pertandingan. Tiba tiba dia lunglai seperti terkena hipnotis. Cui Sian mengangkatnya ke dalam istana dibantu pegawai istana. Ketiak masuk, Cui Sian yang merebahkan Kong Bu di lantai malah terkena jebakan. Untunglah ada Dewa Putih yang menyelamatkan mereka. Namun terdengar oleh mereka ada keributan di luar, segera mereka ke luar. Di luar banyak orang2 yang terkena hipnotis dan beberapa yang masih sadar sedang diserang pasukan kerajaan dalam jumlah besar. Mereka bertiga lalu nimbrung menghajar pasukan kerajaan.

Siluman yang menyamar menjadi putri-lah yang melakukannya, dia terpaksa karena sudah tau bahwa Gina sedang menyusup.

Gina yang sedang menyusup mendapat ruang tidur putri, tidak disangka di sana banyak terdapat jebakan. Kemudian dia menemukan putri teratai yang asli. Siluman yang mendapati Gina dengan si putri, segera melancarkan serangan terhadap keduanya. Gina meladeni dengan baik, sehingga Siluman tersebut mencoba menghilang. Tapi Gina tidak terkecoh dan segera membakar hangus siluman.

Di luar, Dewa Putih dapat meredakan situasi. Si putri berkumpul kembali dengan ayahnya. Lee bersaudara kembali ke peristirahatan, Cui Sian memilih Raja Obat sebagai kekasih barunya. Dan Gina?

Gina diminta tetap berada di Gurun Gobi, karena mereka mau melayani Gina sebagai ungkapan terima kasih.

This entry was posted on Aug 13, 2008 at Wednesday, August 13, 2008 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

2 comments

siiiip..
mantap sekali..
masih ada nggak ya, yg jual komik lamanya ini..?
yg versi lama ini..
favorit banget nih..
thanx udah posting Gina..
I really appreciate it..

August 14, 2008 at 1:26 AM

Wah ... jadi mengingat ingat lagi cerita-cerita Gina nih ...

August 21, 2008 at 7:04 PM

Post a Comment