Gina - Teratai Merah  

Posted by Cesario Tarigan in ,



“Kisah ini lanjutan langsung dari Gurun Gobi, jadi sebaiknya bagi yang belum baca Gurun Gobi, bacalah dulu, okey.” Inilah kata kata pembuka dari serial Gina – Teratai Merah. Dan memang benar, untungnya saya sudah posting, silahkan baca di sini.

Kisah dimulai dengan berbagai percakapan dan suasana pekerjaan membereskan istana dari kejadian sebelumnya. Ternyata selain Teratai Merah dan Kiam Lung yang akhirnya saling menyatakan isi hatinya, Ginapun tidak ketinggalan (busyet). Dia kemudian berpacaran dengan Sin Hong, kakak misannya Teratai Merah.

Masalah muncul ketika kerajaan Manchuria hendak mengawinkan putra raja Manchuria dengan putri Teratai Merah. Tujuan tidak langsungnya adalah ingin menguasai Kerajaan Gobi, menolak berarti perang. Raja Gobi bisa lega karena Gina dan Lee bersaudara mau membantu jika akhirnya perang benar benar terjadi.

Masalah lainnya datang lagi : putri Teratai Merah hilang!!! Plus Kiam Lung, nah loh…

Belum selesai kekagetan mereka, utusan dari Manchuria sudah datang. Mereka datang bertiga dan tiga2nya mempunyai pangkat yang tinggi. Raja Gobi dibantu Gina menghalau mereka, karena utusan tidak mau menerima penolakan mereka dan penjelasan bahwa putri Teratai Merah menghilang.

Setelah utusan Manchuria berlalu, Gina beserta 6 orang lainnya melakukan pencarian. 2 orang ke arah timur, begitu juga yang ke utara, selatan dan barat. Kong Bu bersama dengan Sin Hong menuju ke arah yang sama. Tetapi hati Kong Bu tidak begitu enak, setelah Gina menemui Sin Hong, Kong Bu malah memilih jalan sendiri. Sedangkan Gina memang menyelidiki daerah2 dengan terbang.

Gina sampai di sebuah desa untuk makan dan menyelidiki utusan Manchuria itu. Salah satu dari tiga utusan itu berbuat onar dengan menghajar seorang pelayan. Ketika utusan itu hendak menghajar kembali, ada seseorang yang menyelamatkannya. Sambil menggendong, dia berusaha menghindar dari serangan2. Tetapi ketika sebuah senjata rahasia mengenai penolong itu, maka dia dihajar habis2an. Setelah puas, utusan itu bergabung dengan 2 temannya yang hanya menonton saja dan segera mereka pergi.

Ada seseorang, yang menolong mereka. Ternyata dia adalah Han Sin si raja obat, Gina segera menemui Han Sin. Kemudian mereka sampailah ke tempat Han Sin untuk mengobati orang yang terluka itu. Tempat itu terletak di sebuah lembah terpencil. Dulu Han Sin dibawa ke tempat itu oleh gurunya saat masih berumur 8 tahun. Gina tidak berlama lama di tempat itu, dia segera pergi setelah menceritakan masalah Teratai Merah dan Kiam Lung yang hilang

Namun ketika Liu Hui (orang yang diselamatkan) bangun dan mendengar nama Gina, dia terkejut. Berdua dengan Han Sin, mereka segera mengejar Gina, namun tidak berhasil menemukannya. Ternyata Liu Hui pernah bertemu dengan Kiam Lung tidak jauh dari kota Ta Toeng dekat sungai Pei Ho. Liu Hui dan bibinya hendak menyelamatkan Kiam Lung yang dikeroyok. Namun tidak berhasil karena pengeroyok menggunakan ilmu sihir. Yang mengejutkan, penculiknya adalah orang orang Jepang.

Gina yang terbang, akhirnya sampai ke Manchuria dan segera naik ke istana untuk mengintip keadaannya. Saat itu 3 utusan sedang menghadap raja untuk memberikan laporan. Mereka menceritakan yang sesungguhnya walaupun raja marah2 dan tidak percaya. Bahkan raja memarahi anaknya yang nampak tidak kecewa karena gagalnya usaha melamar Teratai Merah. Gina kemudian memutuskan menampakkan diri, raja yang marah kemudian memanggil jagoannya: 4 pendekar angker. Namun mereka bukan lawan sepadan bagi Gina. Gina kemudian menyadarkan raja atas kesalahan dan ketamakannya. Setelah sadar raja kemudian mencari anaknya, sayang di sayang… anaknya telah kabur. Tapi Gina berjanji akan mencarinya, tetapi dia terlebih dahulu pulang ke Gobi untuk melaporkan temuannya ini.

Anak raja itu akhirnya Han Sin yang terlebih dahulu menemukannya. Setelah Han Sin menceritakan tujuannya anak raja Manchuria yang bernama Harbin kemudian berniat menolong. Di Gobi, Gina melaporkan bahwa penculiknya adalah orang2 Jepang. Raja kemudian mengutus Gina untuk menyelamatkan sang Putri dan Kiam Lung tentunya.

Di sebuah pelabuhan terdekat menuju Jepang, Sin Hong membeli sebuah perahu kecil. Dia mendapat informasi bahwa belum lama ada juga yang membeli perahu menuju ke Jepang. Sin Hong yang mendayung sendiri cukup kesulitan dalam menembus gelombang gelombang laut sampai akhirnya dia melihat sebuah pulau. Tiba tiba saja perahunya terjungkal dan dia ditarik ke dalam laut. Sin Hong meraih pedangnya dan melawan di dalam air laut. Terkejut dia karena melihat darah akibat tebasan pedangnya. Ternyata ada beberapa orang yang memegang dia dan satu telah mati akibat tebasan pedangnya. Sin Hong masih berusaha melawan tetapi nafasnya makin sesak karena kekurangan oksigen, orang2 yang memegangnya berusaha menahan dia sampai akhirnya… pingsan.

Dia terbangun dan mendapatkan dirinya terikat dalam sebuah ruangan bawah tanah. Orang2 Jepanglah yang menangkapnya, dalam interogasi, Sin Hong tidak mengatakan tujuan sebenarnya. Ternyata Kong Bu ada di sana. Setelah para penangkapnya pergi, mereka berdua saling bercerita dan berusaha membebaskan diri namun rantai terlampau kuat. Lalu datang seorang wanita cantik, dia bertanya selayaknya interogasi. Bahkan berani menampar. Sehingga Kong Bu tidak sengaja mengungkapkan bahwa mereka memang saling kenal. Wanita itu menyimpulkan bahwa mereka adalah orang2 yang disuruh mencari Teratai Merah. Setelah wanita itu pergi, Kong Bu merasa sangat menyesal telah mengungkapkan perihal tujuan mereka, untunglah Sin Hong mau menenangkan Kong Bu.

Wanita itu ternyata seorang putri, kemudian putri itu menawarkan kebebasan asalkan mereka berdua rela menjadi penduduk pulau itu dan tidak mengungkit2 lagi masalah Teratai Merah. Kong Bu dan Sin Hong kemudian menerima tawaran itu, mereka lalu di jamu minuman. Ternyata menurut si putri, minuman itu mengandung racun yang akan bekerja setelah setahun kemudian. Jika mereka berperilaku baik, maka akan diberi obat penawarnya. Mereka lalu di beri kesempatan untuk berbaur dengan penduduk, terutama kaum wanita. Kebetulan si putri tampaknya suka dengan Kong Bu.

* * * *

Gina ternyata sudah lebih dari sepuluh hari menyelidik kerajaan demi kerajaan dan daerah demi daerah dari negara matahari terbit itu, dia belum menemukan apapun. Sampailah dia di Kerajaan Yamagutsyi dan segera menuju ke pusat kerajaan. Setelah menotok 2 penjaga, dia masuk ke dalam suatu ruangan yang ternyata sebuah perangkap. Gina dapat meloloskan diri dari perangkap, setelah itu ternyata dia malah disambut dengan ramah oleh tuan rumah. Namun hal itu tidak membuat Gina tersentuh, tetapi dia tetap curiga. Ketika dia disambut oleh raja untuk menikmati hidangan, Gina merasa curiga akan adanya racun. Ketika duduk di kursi, ternyata Gina terjebak. Kursi itu mempunyai tali otomatis yang mengikat Gina. Lalu Kursi itu terjatuh dalam sebuh lorong yang dalam. Sampai di dasar, Gina dapat meloloskan diri dari ikatan. Tetapi tidak dapat menghancurkan batu penutup lubang itu. Yang lebih bahaya lagi… air mulai menggenangi lobang hingga hampir penuh. Teringat dia akan pesan kakeknya, akhirnya dapat juga mendorong penutup lobang. Belum sempat bernafas, dia kemudian diserang membabi buta oleh beberapa orang. Gina bisa menghajar mereka, walau mereka tidak mati… ternyata mereka memilih melakukan bunuh diri (harakiri).

Gina hendak mencari tau tentang istana ini, dia lalu menjebol suatu dinding. Ternyata dari sana muncul seorang nenek yang sangat tua hingga kepalanya sudah menyerupai tengkorak. Dia sangat hebat, Gina ditantang untuk bertarung di luar. Dengan tongkatnya, dia dapat mendesak Gina dengan hebat. Gina lalu memilih untuk terbang, ternyata nenek itu dapat terbang dengan mengayun ayunkan tongkatnya. Dia kembali menyerang Gina, dia dapat menangkis semua sinar dari Gina. Bahkan Gina dapat terkena sinar dari nenek itu… merasa sangat kewalahan dan kesakitan, Gina memilih terbang menjauh.

Sesampai di sebuah hutan Gina memilih istirahat, tidak sengaja dia bertemu Han Sin lalu pingsan.

Harbin di anak raja Manchuria ikut merawat Gina dengan mencarikan makanan. Mereka bertiga saling menceritakan pengalaman masing2. Setelah kuat Gina langsung menuju tempat si nenek itu berada. Tetapi dia tidak langsung menemui nenek itu, tetapi dia ke kamar raja. Ternyata nenek itu menyamar jadi raja dan langsung menghajar Gina. Gina yang saat ini sudah mempunyai taktik baru akhirnya dapat membuat nenek itu muntah darah. Namun nenek itu memanggil 2 rajawali, rajawali ini jenis pemakan kera yang biasa hidup di Philipina. Gina cukup kewalahan karena nenek itu menunggangi 1 rajawali yang dapat menyemburkan asap racun dan rajawali yang satunya sangat beringas menyerang Gina.

Di sisi lain, Han Sin dapat menyusup ke dalam istana dengan mengalahkan beberapa prajurit. Sampai akhirnya seorang prajurit membujuk Han Sin untuk menuju suatu tempat di lorong bawah tanah dan melihat…. ada Teratai Merah!

Kembali ke Gina. Ternyata walaupun cukup terdesak, Gina dapat melihat suatu peluang dengan baik. Akhirnya 1 rajawali dapat dia bunuh, dan yang satunya lagi terluka. Akhirnya nenek itu terpental ke dalam kobaran api sebuah gedung, namun dia belum mati. Malahan kini nenek itu tampak sangat marah, dia memarahi semua prajurit di istana itu dan menyerang mereka. Para prajurit melakukan perlawanan dan dapat merobohkan nenek itu. Mereka hampir membantai nenek itu sebelum dibentak Gina. Mereka berhenti, tetapi nenek itu terbangun dan memeluk salah seorang prajurit sambil meloncat ke dalam kobaran api. Sesaat kemudian terdengar lolongan orang yang sangat memilukan. Yang membuat Gina terheran heran, semua orang menghormat ke arah api itu dan beberapa malah menangis terharu.

Raja akhirnya mengajak Gina ke dalam ruang istana, di sana ternyata sudah ada Teratai Merah, dll. Akhirnya raja menceritakan asal muasal nenek tersebut. Dulu ada seorang penerus raja tunggal, walaupun wanita tetapi dia tetap menjadi ratu. Setelah beberapa tahun menikah, dia tak kunjung hamil. Karena kalap, dia bersetubuh dengan banyak lelaki dan kemudian dibunuhnya. Tetapi tetap saja tidak menampakkan hasil. Akhirnya dia dan suaminya memutuskan mencari anak secara rahasia. Bertahun tahun tidak seorangpun curiga, malah ratu yang kemudian mencurigai anak itu adalah hasil hubungan gelap suaminya.

Karena kalap dia mencoba membunuh anak itu namun dapat dihalangi suaminya. Ketika suami dan anaknya sudah terdesak dan tinggal ditebas samurai, suaminya dapat melempar obor ke arah muka. Ratu itu terkena minyak dan terbakar mukanya. Dia lalu lari entah kemana. Setelah beberapa lama kemudian, datanglah seorang wanita dengan muka seperti tengkorak ketika sedang upacara pengangkatan putra mahkota. Dia menghajar habis2an si raja dan kemudian setelah puas lalu dibunuh. Putra mahkota itu hampir dibunuhnya tetapi akhirnya dia tetap dibiarkan untuk menjadi raja walaupun hanya menjadi pemerintahan boneka saja. Hingga keturunan ke tujuh, nenek itu tetap hidup dan berkuasa. Raja saat ini adalah keturunan ke 7, dia sudah berupaya secara diam diam untuk mengakhiri hidup nenek itu namun gagal total. Akhirnya dia mendengar sepak terjang Gina di Gurun Gobi, lalu dia mencari akal untuk mengundang Gina. Akhirnya dia menculik Teratai Merah agar Gina datang dan memasang jebakan untuk melihat kemampuan Gina.

Akhirnya setelah semua selesai, mereka berlayar kembali. Namun di tengah jalan kapal mereka diterjang hingga terjungkal. Ternyata bukan ombak tetapi sekelompok mahluk jin atau vampire. Mereka mati matian menyelamatkan diri dibantu Gina yang dapat terbang… Dari manakah vampire2 itu berasal?

Nantikan cerita berikutnya dalam serial Gina - Vampire Vampire Laut Kuning.

This entry was posted on Sep 16, 2008 at Tuesday, September 16, 2008 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

1 comments

Please ask the people that designed the web page for the help that you need. I'm sorry I can't help you

October 2, 2008 at 7:56 AM

Post a Comment